PKS: Ente Cabut, Ane Pilih

28 Nov 2008

logo-pks.jpg

Masih ingat dengan iklan politik PKS yang nampilin Soeharto sebagai pahlawan. Ngedengernya mungkin saya sebel Nggak papa saya dibilang barisan yang sama dengan Usman Hamid, ICW, atau Fadjroel Rachman yang menolak penghargaan 104 tokoh mudah pembawa perubahan di Gasibu Bandung.

Nyatanya saya memang benci dengan pemerintah kita yang tidak ambil tindakan hukum terhadap pribadi Soeharto. Jangan alergi dengan dendam, karena ini bukan dendam, ini adalah penegakan hukum. Apa yang salah dikoreksi, apa yang benar diteruskan. Jadi preseden buruk jika penegakan hukum tidak ada, yang ada malah terus pengampunan. Amar maruf nahi munkar kata orang

Pada pemilu 1999 dan 2004 saya pilih PK dan PKS, dua nama yang intinya tetap sama, itu-itu juga. Pokoknya saya klop aja dengan ini partai. Tapi ramai dibicarakan di detik.com bahwa Soeharto diibaratkan pahlawan oleh PKS, sepertinya saya harus berfikir ulang pada pemilu 2009 nanti.

tifatul_sembiring_headshot.jpg

Di manajemen puncak PKS saja pada bentrok tentang wacana ini, apaladi yang dibawah?. Petinggi PKS bilang bahwa di PKS ada 2 kubu, 1. Kubu keadilan, 2 Kubu kesejahteraan. Kubu keadilan itu adalah Hidayat, Tifatul, Mutamimul. Kubu kesejahteraan adalah: Fachri Hamzah, Husein al Habsyi, dan Anis Matta. Nama terakhir saya mengingatnya adalah pengisi rubrik kepahlawanan di majalah Tarbawi di halaman sampul terakhir. Mungkin di PKS saya tidak suka dengan kubu kesejahteraan yang terlalu Oportunitis dan Progressive.

soe.jpg

Saya akan pilih PKS lagi jika iklan penyanjungan Soeharto sebagai pahlawan dicabut. Itulah statement saya. Ya kalo saya dibilang swing votter emang betul, saya cuma simpatisan saja kok, nggak lain ngga bukan. Ditengah banjr partai yang sampe 44 di tahun depan pupuslah harapan saya untuk ikut nyoblos, mumpung masih banyak waktu, hai para petinggi PKS, masih banyak yang ingin nyoblos bulan sabit terbelah ini, namun benci Soeharto seperti saya.

Kalo boleh saran, Soeharto diadili dulu di pengadilan secara in absentia, bagaimanapun caranya. Divonis seumur hidup, disita hartanya, dan diperiksa kroni-kroninya. Karena sejarah kelam mantan orang nomor satu ini banyak terjadi pelanggaran HAM atas nama pembangunan.

haing-kf-2.jpg

Ya kenapa atas nama pembangunan Pak Harto berbuat otoriter?

  1. Karena orang di tembak walau bertato demi stabilitas ekonomi cuma dilihat dari tampilan fisiknya saja punya tato (Petrus).
  2. Karena ketakutan kekuatan Islam mendominasi sekuler, pada tahun 1984 jemaah pengajian ditembaki (Tragedi Tanjung Priok).
  3. Kekhawatiran berlebihan atas komunisme, membuat semua hal-hal yang berbau komunis dibabat habis sampe akar-akarnya, bahkan anak cucunya dikebiri (ekses G30S/PKI)
  4. Aktivitas mahasiswa dipasung dan dibendung, padahal kreativitas dan kebebasan berbicara itu penting bagi pikiran dan peradaban suatu negeri (NKK/BKK).
  5. Pembatasan dan teror mematikan bagi pers, undang-undang pers yang mesti pake SIUP dan izin tetek bengek ke Deppen membuat industri pers kita mati, bahkan tidak ada inovasi, lihat TVRI bagaimana nasibmu kini. Jika presidennya bukan Pak Harto tahun 1980-an mungkin Metro TV atau TVOne (dua stasiun tv fave saya) sudah berusia 25 tahunan sekarang, dan rakyat Indonesia jadi pinter2.

golkar.jpgsoeharto-turun.jpg

Oke PKS? Satu suara bagi anda yang hilang dari saya mungkin tidak ngaruh. Namun prinsip ini nggak bisa hilang. Jika pengakuan PKS tentang Soeharto itu seorang Pahlawan tidak dicabut, cek di Pemilu 2009 legislatif dan eksekutif di TPS Jl. Meliwis, Rt.10/02, Kel. Bukit Duri, Kec. Tebet, Jakarta Selatan, hilang satu suara langganan untukmu

Bayu RA

08176841998


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post