Empat Mata Resurrection

1 Dec 2008

empat-11.jpg

Kalo nggak ada perubahan jam tayang, nanti malam tanggal 1 Des 08 di Trans 7 kembali ditayangkan Bukan Empat Mata (Empat Mata) dengan host Tukul Arwana. Juragan kost-kost-an atau kontrakan ini terkenal dengan jargon Kembali ke Laptop bakal kembali mengocok perut pemirsa setelah sebelumnya puasa selama 3 minggu karena dicekal KPI (Komisi Penyiaran Indonesia).

Di-puasa-kan oleh KPI gara-gara menampilkan Sumanto (napi pemakan mayat) dan orang pemakan kodok. Beberapa waktu lalu saya juga pernah melihat 4 Mata ada adegan memakan kecoa oleh anak kecil. Mungkin ini pukulan yang telak untuk Tukul, sosok sederhana yang biasanya jadi tumpuan ejekan bintang tamu-nya karena wajahnya yang wong ndeso dan katrok itu.

Ada Pepi, pria lajang bertubuh tambun penuh jenggot yang bisa dikepang. Vega Ngaitini cewek centil yang biasa nyeletuk kocak ke Mas Tukul. Dan Ini Band, pengiring lagu yang biasa ada di antara jeda iklan dan pengiring bintang tamu nyanyi.

Gaya dan penampilan Tukul memang banyak mengundang kontroversi. Pernah digugat anak TK gara-gara cipika-cipiki dengan artis-artis cantik cewek. Alasannya adalah antara Tukul dan bintang tamu bukan muhrimnya. Jadi, KPI sudah beberapa kali memberi peringatan kepada Empat Mata sebelum dilarang bulan lalu.

tkul.jpg

Konon Tukul mendapatkan bayaran puluhan juta dari satu episode Empat Mata. Jika episode Empat Mata saja sudah sampai 300 eps, kalikan saja berapa kantong Tukul didapat dari presenter ini.

Memang jika melihat pengganti acara Empat Mata yaitu Tanda Mata yang dibawakan oleh Parto, Didin Bagito (sudah tidak ada), Vega, dan Sule terasa garing dan berbeda dengan acara Empat Mata-nya Tukul. Acara ini terlihat dipaksakan, maka lawakan yang keluar terasa aneh, tidak dapat beradaptasi dengan penonton yang biasa menonton Empat Mata.

Harusnya Empat Mata memang tampil lagi. Jangan karena KPI melarang, kreativitas team Trans 7 dalam mengelola acara ini jadi terhenti. Wajar saja banyak kritikan di acara Empat Mata ini, justru itu akan membuat kualitas penayangan menjadi terjaga. Tidak matinya acara ini dilihat dari banyaknya iklan/sponsor pada beberapa hari dalam seminggu tayangannya.

Jadi, agar tidak terjadi pencekalan dan pelarangan acara lagi, dalam beberapa pemunculan materi Bukan Empat Mata penayangan perlu diperhatikan siapa yang menonton dan siapa yang menjadi sasarannya. Kontrol sosial dan tanggung jawab media kepada masyarakat juga perlu, tidak hanya keuntungan saja yang diperhatikan.

kurangatasdikityj3.jpg

Untuk Mas Tukul, pelarangan oleh KPI jangan menjadikan anda kecil hati, justru hal itu menjadi pelajaran yang berharga, selain mendapatkan income dari kedua belah pihak (Trans 7 dan Tukul) dari iklan-iklan yang ada, harus diperhatikan pula dampak moral masyarakat yang menonton acara ini. Misalnya anak kecil yang belum pantas menonton ini dengan makan hewan hidup yang menjijikan, andai penonton lagi menikmati makan malam, apa rasanya jika melihat kecoa, cicak, atau kodok dimakan hidup-hidup?

Selamat mengudara kembali Mas Tukul, Vega, Pepi, dan Ini Band!


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post